
Tegaklurus.id, BARITO UTARA – Pemerintah Kabupaten Barito Utara merespons aspirasi gabungan organisasi masyarakat (ormas) dan tokoh masyarakat terkait rencana penyelamatan kapal Onrus atau Lalutung Tuwor yang disebut tenggelam di dasar Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, wilayah Latung Tuwor, pada 26 Desember 1858.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam rapat gabungan ormas dan tokoh masyarakat Barito Utara yang digelar pada Kamis (27/8). Dalam pertemuan itu, masyarakat mendorong pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti upaya pengangkatan kapal yang dinilai memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Barito Utara.
Tokoh masyarakat Barito Utara, Salapan Ungking, mengatakan kapal Onrus merupakan bagian dari sejarah daerah, khususnya yang berkaitan dengan perjalanan sejarah dan perjuangan masyarakat Dayak Barito.
Menurut Salapan, keberadaan kapal tersebut perlu mendapat perhatian serius. Apabila secara teknis memungkinkan untuk diselamatkan, proses pengangkatan diharapkan dapat dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak yang memiliki kompetensi, kewenangan, serta pengalaman dalam kegiatan serupa.
“Ini merupakan bagian dari sejarah Barito. Karena itu, kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan merespons usulan masyarakat untuk mengangkat kapal tersebut,” kata Salapan Ungking, Jumat (28/8/2026), di Kantin Setda Barito Utara.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten II Setda Barito Utara Bahrum P Girsang dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Barito Utara Rayadi bersama sejumlah perwakilan ormas dan tokoh masyarakat.
Salapan menilai, apabila berhasil diangkat dan diselamatkan, kapal Onrus tidak hanya memiliki nilai sebagai benda peninggalan sejarah. Keberadaannya juga berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari destinasi wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Barito Utara.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah terlebih dahulu melakukan kajian menyeluruh sebelum menentukan langkah. Kajian tersebut mencakup aspek sejarah, kondisi kapal, teknis pengangkatan, hingga potensi pemanfaatannya setelah berhasil diselamatkan.
Aspirasi Akan Disampaikan kepada Bupati
Asisten II Setda Barito Utara, Bahrum P Girsang, mengatakan pihaknya akan mendampingi Kepala Kesbangpol Barito Utara Rayadi untuk menyampaikan aspirasi tersebut secara langsung kepada Bupati Barito Utara.
“Kami akan mendampingi Kepala Kesbangpol untuk menyampaikan kepada Bupati apa yang telah disampaikan oleh beberapa ormas gabungan dan tokoh masyarakat. Mudah-mudahan usulan ini mendapat respons yang baik dari Bupati,” ujar Bahrum, Jumat (28/8/2026).
Menurut Bahrum, aspirasi masyarakat tersebut akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut bersama kepala daerah. Pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan kebijakan, termasuk kebutuhan kajian teknis, kewenangan, keselamatan, serta kebutuhan anggaran.
“Aspirasi ini tentu akan menjadi bahan untuk dibicarakan lebih lanjut dengan Bupati, terutama terkait langkah apa yang dapat dilakukan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti usulan pengangkatan kapal Onrus,” katanya.
Bahrum menambahkan, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Karena itu, usulan tersebut akan diteruskan kepada Bupati untuk mendapatkan arahan mengenai langkah selanjutnya.
Hal senada disampaikan Kepala Kesbangpol Barito Utara, Rayadi. Ia membenarkan bahwa aspirasi gabungan ormas dan tokoh masyarakat akan disampaikan kepada Bupati Barito Utara.
“Yang disampaikan oleh gabungan ormas dan tokoh masyarakat ini akan kami sampaikan kepada Bupati. Kami berharap nantinya ada arahan dan respons dari Bupati terkait usulan tersebut,” kata Rayadi, Jumat (28/8/2026), di Kantin Setda Barito Utara.
Rayadi menilai keterlibatan berbagai organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat dalam menyampaikan aspirasi merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah.
Usulan Anggaran Sekitar Rp5 Miliar
Dalam hasil rapat gabungan yang ditandatangani sejumlah perwakilan organisasi dan tokoh masyarakat, pengangkatan kapal Onrus menjadi salah satu poin utama yang diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Gabungan ormas juga mengusulkan dukungan anggaran dengan estimasi sekitar Rp5 miliar. Dalam usulan tersebut, pelaksanaan kegiatan melibatkan ormas dan instansi terkait.
Rencana kebutuhan peralatan yang tercantum dalam usulan antara lain dua unit excavator, dua unit derek crane, lima unit katrol, satu set alat pemotong las, serta dua unit ponton atau LCT yang difungsikan sebagai pelampung maupun alat bantu pengangkatan.
Selain kebutuhan peralatan, anggaran juga mencakup biaya tenaga kerja yang diusulkan berasal dari anggota organisasi yang terlibat dalam kegiatan.
Meski demikian, usulan tersebut masih membutuhkan kajian dan pembahasan lebih lanjut. Sebelum pelaksanaan, sejumlah aspek perlu dipastikan, mulai dari kondisi dan struktur kapal, metode pengangkatan, keselamatan kerja, dampak terhadap lingkungan, perizinan, hingga kewenangan dalam pengelolaan benda yang memiliki nilai sejarah.
Aspek pembiayaan juga perlu dikaji, termasuk sumber anggaran, mekanisme pengadaan, serta ketentuan penggunaan anggaran pemerintah apabila nantinya kegiatan tersebut mendapat persetujuan.
Berpotensi Jadi Wisata Sejarah
Gabungan ormas dan tokoh masyarakat berharap upaya pengangkatan kapal Onrus dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan salah satu peninggalan yang dianggap memiliki kaitan dengan sejarah Barito Utara.
Jika berhasil diselamatkan, kapal tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai benda peninggalan sejarah, tetapi dapat dikaji untuk dikembangkan menjadi bagian dari wisata sejarah dan budaya daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan koordinasi lintas instansi serta kajian dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang sejarah, arkeologi, teknik pengangkatan, lingkungan, dan aspek hukum maupun perizinan.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara selanjutnya diharapkan memberikan arahan terhadap usulan tersebut. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah pembentukan tim khusus atau pelibatan instansi berwenang untuk melakukan kajian sebelum menentukan metode pengangkatan yang aman, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya kajian tersebut, rencana penyelamatan kapal Onrus diharapkan dapat dilakukan secara terukur sekaligus tetap menjaga nilai sejarah dan kepentingan masyarakat Barito Utara.




