Beranda Kuliner Resep Aek Serbat Khas Melayu, Warisan Budaya Takbenda Kalbar

Resep Aek Serbat Khas Melayu, Warisan Budaya Takbenda Kalbar

0
Resep Aek Serbat

Tegaklurus.id, Pontianak – Kalimantan Barat menyimpan segudang pesona kearifan lokal yang tidak hanya kaya akan makna tradisi, tetapi juga memanjakan lidah. Salah satunya adalah Aek Serbat, minuman tradisional khas Melayu yang menyimpan filosofi mendalam dan khasiat luar biasa bagi kesehatan.
Dari cita rasanya yang khas, aek serbat juga memiliki nilai budaya yang mendalam oleh masyarakat lokal. Yuk mengenal lebih jauh tentang keunikan minuman bersejarah ini, cara meraciknya, hingga makna tersirat di balik setiap tegukannya.

Apa Itu Aek Serbat?
Aek serbat atau yang juga dikenal dengan sebutan ‘air sepang’ adalah minuman tradisional khas Melayu Kalimantan Barat. Air serbat khas Mempawah ini memiliki cita rasa yang sangat unik, yakni perpaduan antara manis, sedikit pedas, dan kaya akan rempah.

Kekayaan rasa dan aroma minuman ini berasal dari aneka rempah khas Melayu yang menjadi bahan utamanya. Aek serbat terbuat dari campuran kayu sepang (secang), serai, jahe, cengkeh, kayu manis, kapulaga, kembang pekak (bunga lawang), pala, adas manis, serta daun pandan sebagai pengharum alami.

Berkat racikan rempah tersebut, Aek serbat diyakini memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari melancarkan pencernaan, meningkatkan sistem imun, meredakan stres, mendukung fungsi otak, hingga membantu mencegah risiko kanker.

Keistimewaan minuman ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga telah mendapat pengakuan resmi dari negara. Aek serbat kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) asal Kabupaten Mempawah oleh pemerintah.

Resep Air Serbat
Selain menjadi simbol adat, minuman ini sangat dikenal menyehatkan berkat kandungan rempah seperti kapulaga, kayu manis, jahe, daun pandan, cengkeh, dan kayu sepang. Paduan bahan-bahan tersebut bersama gula pasir menciptakan aroma dan rasa khas yang melegakan tenggorokan serta baik untuk daya tahan tubuh.

Air serbat biasanya disajikan dalam acara besaprah maupun agenda keagamaan seperti walima, walimul quran, kenduri khitanan, hingga hari raya. Seorang kreator konten TikTok asal Melayu, @anak_mak_ngah06, turut membagikan resep membuat air serbat yang rasanya manis, pedas hangat, dan segar. Berikut adalah cara pembuatannya:

Bahan-bahan:

  1. Air 2 liter
  2. Gula 1-2 kg (dijadikan sirup)
  3. Kayu Sepang 50 gram
  4. Serai 2 batang
  5. Daun pandan 4 lembar
  6. Jahe 150 gram
  7. Cengkeh 6 butir
  8. Kayu manis 5 batang
  9. Kapulaga 6 butir
  10. Pala 1 butir
  11. Kembang pekak atau bunga lawang 6 butir
  12. Adas manis 1 sdm

 

Cara Membuat:

  1. Siapkan air, lalu masak di atas kompor hingga mendidih.
  2. Setelah mendidih, masukkan semua rempah-rempah seperti daun pandan, jahe, kapulaga, cengkeh, kayu manis, bunga lawang, dan lainnya.
  3. Masukkan kayu secang (sepang), kemudian aduk hingga merata.
  4. Tuangkan larutan gula pasir, aduk kembali.
  5. Matikan api, biarkan rebusan menjadi hangat, lalu saring. (Catatan: Ampas sisa rebusan masih bisa digunakan untuk 1 kali perebusan lagi sebelum dibuang).
  6. Hidangkan Aek serbat selagi hangat. Anda juga bisa menikmatinya dalam keadaan dingin dengan menambahkan es batu. Air serbat ini dapat tahan hingga 2 minggu jika disimpan di dalam kulkas.

 

Air Serbat sebagai ‘Pengusir Tamu’
Dalam tradisi masyarakat Melayu Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak, air serbat sering disajikan di akhir sebuah acara, termasuk dalam tradisi saprahan. Saprahan merupakan istilah lokal bagi masyarakat Melayu Pontianak untuk menyebut acara makan bersama, yang mirip dengan tradisi beseprah (makan bersama di Kutai Kartanegara dalam rangkaian festival adat Erau).

Sebagai penutup hidangan, air serbat kerap dijuluki sebagai “minuman pengusir tamu”. Maknanya bukan untuk mengusir secara kasar, melainkan sebuah isyarat halus. Saat minuman ini disajikan, para tamu undangan akan langsung mengerti bahwa jamuan makan dan acara telah selesai. Hal ini menjadi tanda bahwa tamu dipersilakan pulang atau pamit dengan cara yang halus, beradab, dan sangat sopan.

Bagi masyarakat Pontianak, hal ini memuat filosofi moral mulia dari nenek moyang. Mengundang tamu berarti orang Melayu tidak hanya harus tahu cara menyambut dengan baik, tetapi juga harus tahu cara mempersilakan tamu meninggalkan acara dengan cara yang sangat layak.

Berbeda dengan tradisi di Pontianak, masyarakat di daerah Kapuas Hulu memberikan makna tersendiri bagi air serbat pada rangkaian adat pernikahan. Saat mempelai laki-laki melamar mempelai perempuan dengan membawa hantaran, air serbat menjadi bagian penting di dalamnya. Minuman ini biasanya diikutsertakan bersama barang hantaran lain yang terdiri dari seperangkat kapur sirih (tepa’ sirih) serta barang pengiring lainnya.